Category Archives: Artikel

Rental Mobil Murah+driver / rental mobil 21 palangkaraya

Bagi anda yang ingin rental mobil murah, ada baiknya juga menyewa mobil langsung dengan supir, apalagi jika Anda tidak bisa mengemudi dan tidak hafal jalan di daerah tersebut.

 

 

Ada beberapa keuntungan dalam menyewa mobil rental plus dengan supir:

- Dengan jasa supir, Anda bisa menghemat tenaga dan bisa menikmati suasana sepanjang perjalanan dengan rasa nyaman dan aman pada saat berlibur.

- Dengan menggunakan supir, anda bisa bebas dari tanggung jawab terhadap mobil seperti kecelakaan dan kehilangan mobil.

- Dengan supir, anda tidak tersesat dan kehilangan arah, karena mereka suda terbiasa dan hafal jalan-jalan yang akan dilalui.

- Supir mobil rental bisa juga berfungsi sebagai tour guide yang memandu dan mengenalkan Anda mengenai budaya di suatu daerah.

Dengan menggunakan jasa rental mobil murah plus dengan supir ternyata memiliki keuntungan yang bisa berguna untuk Anda terutama dalam berlibur.

Sewa Mobil Untuk Perusahaan Batu Bara

Kami RentalMobil21 juga menyedia kan jasa sewa mobil untuk perusahaan batu bara dengan sistem bulanan , minimal sewa 4 bulan .
( untuk area kalimantan tengah dan selatan )
untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami ke nomor yang tertera di website ini .
:-)

Sewa Mobil untuk Iklan Palangkaraya

Kami RentalMobil21 juga menyedia kan jasa sewa mobil untuk iklan produk dengan sistem kontrak minimal  2 tahun .
( untuk area kalimantan tengah dan selatan )
untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami ke nomor yang tertera di website ini .
:-)

Balanga museum in Palangkaraya

The museum is located at Km 2.5 Jalan Tjilik Riwut with an area of ​​less than 5 (five) Ha. The museum is located in the city of Palangkaraya and easy to visit because it is opened every day from 8:00 to 12:00 pm and has a guiding officers.

The museum is a good collection of Dayak cultural heritage and everything to do with the history of the Dayak tribes such as: Ethonografika, historika, arkeologika, numismatika / heraldika, various ceramics and traditional jewelry.

In this museum are also stored a variety of traditional tools frequently used by the Dayak tribe in ancient times as “Mihing” (traditional fish traps), clothes or clothes Karungkong Sangkarut Sulau, or clothes Basurat commonly used in ritual ceremonies as well as weapons such as the Dayak tribe saber, Blowgun, Duhung and others. Judging from the collection owned, museum culture is fairly representative of traditional Dayak culture that could be developed as well as tourism facilities in addition to the history of pedagogical activities.

holiday to hill Tangkiling in Palangkaraya

A hill of black boulders stacked to resemble the shape of various animals soared into the sky. Hill named Bukit Tangkiling This became one of the famous attractions in Palangkaraya.

natural attractions Tangkiling Hill, Rock Hill District, is a mainstay attraction Palangkaraya. Attraction is considered to have a special attraction because dayak save a lot of species of flora and fauna.

This location has a natural susana beautiful fresh nan with a variant of diverse vegetation, there is also uniquely shaped rocks that became a legend.

Attraction not too far from the center of Palangkaraya, only 34 km to the North West. If you are crossing the area of ​​the rock on the left-Kasongan Palangkaraya Highway, the scene of a hill looks very exotic stone behind the grove of trees and residential areas.

Black boulders like the shape of various animals were piled soared into the sky. Interestingly, among the hordes of rock tucked up into the trees and the grass green mosaic art.

This is a famous hill in the community and surrounding Palangkaraya hereinafter called Bukit Tangkiling designated as a nature reserve conservation area (CA) and the natural park (TWA) Bukit Tangkiling.

At two locations there are nine similar rock grouped and scattered rocks in the area five TWA, namely Bukit Tangkiling, Bukit Batu / Single, Bukit Liau, Buhis Hill, and Hill Baranahu. While four other hills, is the Bukit Tisin, Tabala, Klawit, and the Mount of the Moon.

wisata kuliner palangkaraya

Kekayaan alam Kalimantan – hutan, sungai, dan potensi lainnya – telah lama menjadi sumber kehidupan warga Kalteng. Hal itu turut tercermin pada aneka hidangan yang banyak dijumpai di Palangka Raya. Aneka ragam tumbuhan di hutan, ikan-ikan di sungai yang menjadi sumber makanan dan, yang pasti, harus dicicipi untuk melengkapi liburan di kota ini.

Untuk menemukan aneka hidangan khas Kalteng sendiri masih tergolong mudah. Sebab, menu tersebut masih disediakan oleh sejumlah restoran. Untuk main course, tersedia beberapa hidangan berbasis ikan sungai yang bisa nikmati, seperti ikan baung, lais, ikan patin.

Penasaran ingin mencobanya, saya pun meluncur ke Kampung Lauk (Jl. Raya Palangka Raya, Bukit Rawi; Tel: (0536) 3326253; Buka: jam 09.00 – 21.00 WITA), sebuah restoran yang direkomendasikan oleh banyak kalangan.

Ikan Baung bakar adalah menu pertama yang saya cicipi, jenis yang banyak hidup di sungai-sungai Palangka Raya. Bagian depan ikan tampak seperti ikan lele, dengan moncongnya yang pipih. Tapi, bentuk tubuhnya sama dengan ikan lainnya. Dagingnya relatif lunak, tapi solid. Dengan campuran bumbu kemerahan membuat rasanya sedikit manis, tapi lezat saat menyentuh lidah.

Menu lainnya adalah ikan Lais yang bentuknya memanjang dan disajikan dengan bumbu asam manis. Dengan tambahan garnish, membuat tampilan menu ini begitu menggoda. Bagaimana rasanya? Daging ikannya yang lunak sangat nikmat, saat mendarat di indra pengecap. Sungguh terasa sedap!

Walau tak terlalu banyak jenis, di Palangka Raya juga memiliki berbagai pilihan sayur sebagai teman bersantap. Untuk soal ini, menu yang wajib dicicipi adalah Sop Rotan atau sayur umbut rotan.

Sop Rotan memiliki kuah berwarna kuning dan berisi potongan batang rotan muda. Rasa kuahnya gurih, sedangkan rotannya sedikit pahit. Ada yang mengatakan, sayur ini memiliki khasiat untuk menghindari dari serangan malaria.

Sayur lainnya adalah Oseng Kelakai. Bagi mereka yang berasal dari Sulawesi atau kawasan timur Nusantara, menu ini mungkin tidak terlalu asing, karena bahan diolah dari daun pakis atau paku muda. Rasanya yang lezat, pas untuk teman bersantap.

Selain di Kampung Lauk, ragam hidangan khas di atas juga dapat ditemukan di restoran Samba. Sayangnya, restoran ini hanya melayani pengunjungnya pada siang hari atau jam kerja saja.

Palangka Raya juga mempunyai pusat kuliner yang ramai dikunjungi mereka yang ingin bersantap sekaligus bersantai, yakni terletak di Jalan Yos Sudarso. Di kiri-kanan jalan utama ini berjajar ratusan kedai makanan maupun kafe. Menu yang ditawarkan umumnya hidangan seafood ala Jawa Timur-an. Kawasan kuliner ini ’hidup’ sejak petang, hingga dini hari dan menjadi pilihan kaum muda dan mereka yang ingin bersantap sambil menikmati suasana kota di malam hari.

Melancong ke suatu daerah, tak lengkap rasanya bila tak membawa buah tangan. Untuk yang satu ini, Palangka Raya memiliki jawaban yang tepat. Berbagai suvenir menarik yang berkesan, bisa didapatkan.

Buah tangan khas Kalimantan Tengah bisa didapatkan di kawasan pertokoan di Jalan Batam. Toko-toko yang berjajar di tepi jalan menawarkan ragam souvenir khas daerah setempat. Sebut saja, kain batik khas Kalimantan Tengah dengan motif batang garing atau sasirangan, mandau, hiasan meja dari getah kayu, batu mulia, tas rajutan daun pandan dan rotan, maupun manik-manik berwarna-warni. Soal harga, ternyata cukup bervariasi dan bisa disesuaikan dengan isi dompet. Yang pasti, kebutuhan buah tangan, bisa terpenuhi di tempat ini.

*****

sumber discoverindo(dot)com

Penangkaran Orang Utan Nyaru Menteng

Jika bosan dengan pemandangan air saja, kita bisa singgah lagi ke Penangkaran Orang Utan Nyaru Menteng milik Yayasan BOS yang tidak jauh dari lokasi Tahai ini (+/- 1 km). Disini kita bisa melihat tindak tanduk orang utan yang berada di kandangnya. Untuk melihat orang utan sebaiknya datang pada hari Minggu, karena tempat untuk melihatnya hanya dibuka hari minggu dan hari libur lain.

tahai1

Selain melihat orang utan kita juga bisa mencoba tracking ke dalam hutan-hutan yang masih dijaga kelestariannya yang masih berada dalam areal penangkaran ini.
Untuk masuk kedalam hutannya kita juga tidak usah takut dengan tanah yang berupa gambut yang tergenang air karena sudah disediain jalan berupa jembatan-jembatan kayu yang mengelilingi areal hutannya. Didalam hutan kita bisa merasakan udara yang sejuk dan masih segar dan juga bisa mendengarkan kicauan burung dan jika beruntung bisa bertemu dengan Uwak-uwak, salah satu jenis kera yang hanya terdapat disini yang juga dilindungi.

hutan

Dan di hutan sini juga bisa dijumpai tumbuh-tumbuhan atau bunga yang jarang ditemui.

rep : jalanjalanterus.wordpress(dot)com

tempat wisata : danau tahai palangkaraya

img_20120308104710_4f582bbe4bff6

Warna airnya yang tidak biasa menjadikan danau ini berbeda dari yang lain. Rumah-rumah penduduk yang terapung di atasnya juga tak kalah menarik untuk dilihat. Inilah Danau Tahai di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Danau Tahai terletak di Desa Tahai, Kelurahan Tumbang Tahai, Kecamatan Bukit Batu, Palangkaraya. Danau ini sangat menarik untuk dikunjungi ketika berlibur ke Kalimantan Tengah. lokasinya cukup strategis, sekitar 29 km dari pusat Kota Palangkaraya.

Ya, air di Danau Tahai tidak berwarna hijau atau biru, tetapi kemerah-merahan. Unik kan? Warna merah ini berasal dari akar-akar pohon di lahan gambut. Biasanya, wisatawan yang datang ke Danau Tahai bukan cuma ingin melihat keunikan warna airnya, tetapi juga menikmati suasana pedesaan di pinggir hutan.

Di sekitar Danau Tahai, Anda bisa melihat banyak rumah penduduk yang terapung di atas permukaan danau. Rumah ini disebut dengan rumah lanting. Hal yang cukup menarik wisatawan jika berkunjung ke Danau Tahai. Masih di atas danau, pengunjung bisa berjalan di atas jembatan yang menghubungkan jalan ke arah hutan.

Banyak kegiatan yang bisa Anda lakukan saat berkunjung ke Danau Tahai, seperti bermain perahu angsa, perahu dayung atau bahkan berkaroke. Ada pula pengunjung yang datang ke danau ini hanya sekadar menikmati keindahan alam sambil menikmati udara yang sejuk.

Tak jauh dari danau, ada penangkaran orangutan milik Borneo Orangutan Survival (BOS). Jika datang pada hari Minggu atau libur nasional, penangkaran akan dibuka untuk umum, Anda pun bisa melihat pola tingkah lucu sang orangutan langsung dari kandangnya.

Lelah berkeliling, beristirahat saja dengan duduk-duduk santai di gubug yang ada di dekat jembatan. Bila dirasa sudah cukup malam dan ingin menginap, Anda tak perlu kuatir, di sekitar Danau Tahai ada penginapan yang bisa di sewa dengan harga murah. Kisaran harga penginap di sini adalah Rp 75.000-200.000.

Untuk pengunjung yang menggunakan kendaraan umum, bisa menaiki bus jurusan Palangkaraya-Sampit dengan jarak sekitar 30 km. Kemudian turun di Desa Tahai dan dilanjutkan berjalan kaki menuju lokasi. Bagi pengunjung yang membawa kendaraan pribadi, bisa langsung menuju Danau Tahai yang berada di pinggir jalan raya Palangkaraya-Sampit.

rep : travel.detik.com

tempat bersejarah : peletakan batu pertama palangkaraya

Secara resmi pembangunan kota Palangka Raya sebagai Ibukota Kalimantan Tengah baru dimuali pada tanggal 17 Juli 1957. Peristiwa tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan kota Palangka Raya oleh presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno pada pukul 10.00 WIB (ada yang menyebut Jam 10.17 WIB). Tugu peletakan batu pertama pembangunan kota Palangka Raya ini berada di jalan S. Parman, tepat di depan perkantoran DPRP Provinsi Kalimantan Tengah.

Kendati demikian, keberadaan Palangka Raya sebagai daerah pemukiman penduduk telah berlangsung sejak sekitar abad 18 Masehi. Sejarah mencatat, terbentuknya Kota Palangka Raya bermula dari Pedukuhan Bayuh di pesisir Sungai Kahayan, tepatnya di Gang Pesanggrahan, Kelurahan Pahandut sekarang. Presiden Soekarno pernah berencana menjadikan Palangkaraya sebagai Ibu Kota Republik Indonesia pada tahun 1950-an, namun gagasan ini gagal diwujudkan akibat kesulitan bahan bangunan.

Presiden Soekarno sudah memperhitungkan di masa depan kondisi Jakarta sebagai ibu kota negara bakal semakin padat dan mungkin secara geografis karena berada di barat wilayah Indonesia menjadi terlalu jauh untuk dijangkan dan menjangkau kawasan timur Indonesia yang punya potensi sangat besar. Konsep yang mungkin dicita-citakan adalah sebagaimana Washinton DC nya Amerika, atau Canberra nya Australia. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang terpilih dari daerah pemilihan Kalimantan Timur, Desmond Mahesa, menilai kota paling cocok di Pulau Kalimantan untuk menjadi Ibukota adalah Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Ada beberapa alasan Desmond mendukung Palangkaraya. “Ini sebetulnya bukan hal yang baru karena sebelumnya Soekarno pun pernah mendesain hal ini kan,” kata Desmond Senin 26 Juli 2010. “Kalau memang mengikuti hitung-hitungannya Bung Karno dulu, ya memang di Kalimantan Tengah lebih cocok: Palangkaraya,” kata politisi Partai Gerakan Indonesia Raya itu. Desmond menilai, Palangkaraya secara geografis dan pertahanan, cocok sebagai Ibukota. Kemudian, bicara pengembangan Indonesia, Palangkaraya masih terbuka luas untuk dikembangkan. “Bicara mengenai pengembangan Indonesia ke depan tentunya usulan ini saya dukung. Kita di Jakarta sekarang sudah terjebak dengan situasi macet dan macam-macam kan,” ujarnya. Desmond lebih mendukung Kalimantan Tengah daripada Kalimantan Timur yang menjadi dapilnya karena alasan pertahanan. “Kalau menurut saya, Kalimantan Timur terlalu dekat dengan negara lain. Dari segi pemikiran Bung Karno, hal itu tidak tepat. Itu kan dalam rangka persoalan pertahanan kan,” katanya.

Dari segi infrastruktur pun, kawasan tengah lebih mudah dibangun daripada yang di timur. “Ditambah lagi kalau di tengah itu kan letaknya di tengah-tengah Kalimantan sehingga jadi untuk distribusi informasi dan macam-macamnya untuk jangka panjang kan lebih cocok,” ujarnya. Kemarin Wakil Ketua Komisi II Teguh Juwarno melempar isu pemindahan Ibukota ke Pulau Kalimantan. Menurut Teguh, kemacetan dan potensi bencana alam di Jakarta sudah cukup menjadi alasan memindahkan Ibukota seperti yang digagas Bung Karno dulu. Semoga saja hal ini menjadi sebuah dorongan positif untuk menggairahkan potensi wilayah timur Indonesia yang saat ini masih belum tergarap secara lebih serius dan efektif. Baik pembangunan SDM nya maupun SDA nya.

ref: Dayakpos, Vivanews

Rental Mobil Palangkaraya

Anda ingin berpergian ke kota palangkaraya ? tapi masih bingung dengan masalah transportasi nya ?
jangan khawatir , karena kami rentalmobil21.com siap melayani dan menemani perjalanan anda, baik di dalam maupun luar kota :-)
dengan ketentuan yang sudah tertulis di web kami,tapi bila ada yang kurang jelas atau ingin booking mobil  bisa menghubungi kami ke nomor berikut :

Contact person: 087817585335 ( kurniawan)
PIN BB : 31401B16
Rentalmobil21 siap melayani anda :-)